LEMPU NA GETTENG: Dua Pilar yang Menopang Kehidupan

Penulis: Khairil Anas
Bila Siri' na Pacce adalah mahkota orang Bugis, maka Lempu na Getteng adalah pondasi tempat ia berpijak.

MAKNA LEMPU NA GETTENG

👉1. LEMPU — Kejujuran yang Lurus Hati

Lempu bukan sekadar "tidak berbohong". Ia adalah kelurusan hati yang utuh:
"Berbuat jujur, lurus hati, tulus, serta bertindak sesuai dengan realitas yang sebenarnya tanpa ada modifikasi atau kebohongan."
Penerapannya dalam hidup:
- Mengatakan sesuatu apa adanya — tanpa diubah, tanpa diputarbalikkan. 
- Tidak mengambil apa pun yang bukan haknya — sekecil apa pun. 
- Menjadi adil bahkan ketika tidak ada yang melihat. 
- Hati yang jernih: apa yang ada di hati, itulah yang terucap dan terjalin
 
Orang yang ma-Lempu tidak perlu menyembunyikan apa pun — karena hidupnya selaras dengan kebenaran. 

👉2. GETTENG — Keteguhan yang Tak Bergoyang

Getteng bukan kekerasan atau kekakuan — ia adalah kekuatan pendirian:
Sikap yang tegas, kuat pada pendirian, dan konsisten terhadap prinsip kebenaran yang diyakini."
Penerapannya dalam hidup:
- Tidak goyah karena pujian, tidak runtuh karena cemoohan. 
- Tetap konsisten pada prinsip meski sendirian. 
- Bertanggung jawab penuh atas setiap keputusan. 
- Tidak mudah berubah arah hanya karena keuntungan sesaat 
Orang yang ma-Getteng tidak ikut terbawa arus — ia berdiri menjadi penentu arah.

LALU BAGAIMANA KEDUANYA BERSATU?   

LEMPU + GETTENG = KARAKTER YANG UTUH 

Kejujuran yang ditandai dengan kelurusan hati dipadukan dengan keteguhan atau konsisten, akan menciptakan sosok yang benar sekaligus kokoh . 
Tanpa Lempu, keteguhan bisa menjadi keras dan salah arah 
Tanpa Getteng, kejujuran bisa menjadi lemah dan mudah menyerah. 
Keduanya harus ada bersama — seperti tiang dan pondasi rumah. 
Lempu adalah kebenaran yang kita pegang.
Getteng adalah kekuatan agar kita tetap memegangnya — bahkan saat berat.

BERSAMA SIRI' NA PACCE — TERBENTUKLAH KESATUAN:

🤍 Siri' = Kehormatan diri — malu berbuat buruk
🤝 Pacce = Solidaritas kepada sesama — berpihak pada yang lemah
✨ Lempu = Kejujuran dalam berkata dan bertindak lurus
⚡ Getteng = Keteguhan — tidak goyah pada kebenaran. 
 
Ketika keempatnya menyatu, maka terbentuklah karakter yang kuat dalam diri.  Karena dengan Lempu kita menentukan apa yang benar, dengan Getteng kita mempertahankannya, dengan Siri' kita menjaga kehormatannya, dengan Pacce kita melaksanakannya demi sesama.

 TANTANGAN ZAMAN: KETIKA PILAR TERGERUS 

Namun sayang, di zaman kita saat ini, kedua pilar ini semakin lama semakin tergerus. Kita melihat, Lempu mulai digantikan oleh kepintaran memanipulasi fakta demi keuntungan. Getteng melemah di hadapan godaan jabatan, harta, dan popularitas. 
​
Banyak yang bisa berkata lurus di depan, tetapi berbuat curang di belakang. Pendirian mudah dijual begitu ada iming-iming keuntungan sesaat. 
 
Generasi muda kita semakin jarang mendengar tentang nilai-nilai ini. Bagi banyak anak muda, Lempu na Getteng hanyalah istilah kuno yang tidak relevan dengan kehidupan modern. Padahal justru di zaman yang serba cepat dan serba bingung ini, kita paling membutuhkan kompas moral yang tak bisa digoyahkan oleh arus zaman.

SOLUSI: MASUKKAN KE DALAM SEKOLAH MELALUI MUATAN LOKAL

Agar pondasi moral ini tidak hilang ditelan zaman, kita tidak bisa hanya mengandalkan cerita dari mulut ke mulut lagi. Kita butuh sistem yang menjamin nilai-nilai ini ditanamkan sejak dini.
 
Jawabannya: Masukkan Lempu na Getteng ke dalam kurikulum sekolah melalui pelajaran Muatan Lokal. 

📚 BAGAIMANA CARANYA?

✍️1. Jadikan Bagian dari Mata Pelajaran Muatan Lokal

Setiap sekolah di Sulawesi Selatan — dari SD hingga SMA — wajib memuat materi tentang Lempu na Getteng beserta Siri' na Pacce dalam mata pelajaran Muatan Lokal. Bukan sekadar disebutkan sekilas, tapi didalami maknanya, dipelajari contoh-contohnya dari sejarah, dan didiskusikan relevansinya dengan kehidupan masa kini.

Bagi para pendidik, orang tua, atau pengamat budaya yang membutuhkan referensi literatur lengkap untuk penyusunan materi kurikulum lokal ini, Anda dapat mengakses bahan pustaka resmi melalui [Buku Kamus Bahasa Daerah Bugis Lengkap di Lazada] atau mengecek opsi ketersediaannya di [Katalog Buku Budaya Shopee].

📚 Itulah Beberapa Contoh buku yang bisa kita jadikan rujukan:
Dalam gambar terlihat: 

1. Suku Bugis: Refleksi Budaya dan Kearifan Lokal — Konsep Budaya Panngaderreng di Era Globalisasi — Khaedir Makkasau
​
2. Bugis: Siri, Getteng & Ada Tongeng — Dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Baik — Defriatno
 
Klik gambar buku untuk memesan melalui Tokopedia 🛒

👍2. Tidak Hanya Hafalan — Tapi Pembiasaan 

Nilai Lempu na Getteng tidak cukup diajarkan di dalam kelas saja. Sekolah harus menjadi tempat di mana nilai-nilai ini dihidupkan:
 
- Lempu → kejujuran dalam ujian, kejujuran dalam mengakui kesalahan, keadilan dalam menyelesaikan masalah antar siswa. 
- Getteng → konsistensi dalam menjaga janji, keteguhan pada prinsip meski ditekan oleh teman, tanggung jawab atas keputusan yang diambil

🧕3. Guru Sebagai Teladan 

Nilai-nilai ini tidak akan masuk ke hati siswa jika gurunya sendiri tidak mempraktikkannya. Guru harus menjadi contoh hidup:
 
- Guru yang ber-Lempu → adil menilai semua siswa tanpa pandang bulu, berkata jujur, transparan. 
- Guru yang ber-Getteng → konsisten pada aturan, tidak berubah-ubah karena tekanan, teguh pada prinsip kebenaran 

🧔4. Libatkan Pemerintah & Tokoh Masyarakat

Pemerintah daerah melalui dinas pendidikan perlu:
- Menyusun modul ajaran yang konkret dan relevan. 
- Melatih guru agar mampu menyampaikan nilai-nilai ini dengan menarik, tidak membosankan. 
- Mengundang tokoh-tokoh masyarakat yang dikenal memegang teguh Lempu na Getteng untuk berbagi cerita langsung kepada siswa

🙎‍♀️5.Mulai dari Usia Dini 

Penanaman karakter ini tidak boleh menunggu sampai anak dewasa. Semakin awal ditanamkan — semakin sulit tergoyahkan saat dewasa nanti. Seperti kata pepatah: "melentur pohon dari masih muda."

PENUTUP

Di zaman di mana banyak orang mengubah kenyataan demi keuntungan, Lempu menjadi penanda siapa yang tetap manusia sejati.
Di zaman di mana pendirian mudah dijual, Getteng menjadi bukti bahwa kebenaran masih layak diperjuangkan.
 
Lempu na Getteng bukanlah warisan kuno yang sudah usang — ia adalah kompas agar kita tidak tersesat di tengah zaman yang semakin bingung membedakan mana yang benar dan mana yang menguntungkan.
 
Dan dengan memasukkannya ke dalam sekolah-sekolah melalui muatan lokal, kita memastikan bahwa cahaya ini tidak akan padam. Bahkan ketika generasi kita tiada, nilai-nilai ini akan terus hidup di hati anak-anak kita, cucu-cucu kita — menjadi benteng yang menahan arus kerusakan, menjadi kompas yang menunjuk ke arah kebenaran, dan menjadi bukti bahwa menjadi manusia sejati berarti tetap memegang teguh kejujuran dan keteguhan, apa pun yang terjadi. 🤲🌹

Baca ki Juga:

​
​

📝 Catatan Kejujuran:

Beberapa tautan dalam artikel ini adalah tautan afiliasi. Jika Anda membeli melalui tautan tersebut, kami mendapatkan komisi kecil tanpa biaya tambahan bagi Anda — dukungan yang sangat berarti agar blog ini terus menyebarkan nilai-nilai luhur kepada sesama. Terima kasih telah mendukung perjuangan kata-kata yang membaikkan. 🤍

Komentar