Dari Komunitas Penggemar HT Menjadi Bankompol Kamtibmas Sulsel

Penulis : Khairil Anas
To The Point, MAKASSAR – Sebelum dikenal sebagai Bankompol Kamtibmas Sulawesi Selatan, organisasi ini adalah sebuah komunitas sederhana yang beranggotakan orang-orang dengan hobi yang sama, yakni berkomunikasi menggunakan perangkat Handy Talky atau HT. Sekitar tahun 1990-an, komunitas ini terbentuk atas dasar kesukaan semata, tanpa struktur resmi maupun tujuan tertentu selain menjalin silaturahmi dan saling berbagi informasi melalui gelombang udara. 

Memang pada awal tahun 1990-an sedang populer penggunaan HT di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Banyak kelompok masyarakat yang membentuk komunitas, untuk saling terhubung melalui frekwensi .

Nah di Makassar ketika itu, kelompok warga yang bergelut dengan dunia komunikasi radio ini berkumpul, mereka berbagi frekuensi, dan saling berhubungan kapan saja. Mereka bertemu, berkenalan, dan membentuk komunitas kecil yang akrab. 

Kegiatan dari anggota komunitas radio saat itu hanya sebatas menguji jangkauan sinyal, berbagi kabar sehari-hari, hingga saling membantu ketika ada anggota yang membutuhkan bantuan teknis perangkat.

Seiring berjalannya waktu, peran komunitas ini mulai bergeser. Anggota yang tersebar di berbagai wilayah mulai sering menyampaikan informasi yang bermanfaat, seperti kondisi lalu lintas, cuaca, hingga kejadian-kejadian di lingkungan sekitar. Tidak jarang pula mereka ikut terlibat dalam aksi tanggap bencana, kegiatan sosial dan kemanusiaan, yang akhirnya kesadaran merekapun tumbuh untuk membentuk diri menjadi sebuah organisasi yang resmi, yang kemudian dinamai Bankompol, Bantuan Komunikasi Masyarakat dan Polisi. 

Apa yang Bankompol Kamtibmas miliki?

Orang-orang yang tergabung dalam Bankompol ini, memiliki kemampuan berkomunikasi cepat dan jaringan yang luas. Mereka berkontribusi dalam hal yang lebih besar dan berguna bagi banyak orang.

Pada saat yang sama, pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan yang melihat potensi dari kelompok ini, merasa terbantu dengan keberadaan mereka. Polda Sulsel menyadari bahwa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah yang luas ini, diperlukan mitra yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat dengan cepat. Maka dimulailah pendekatan dan pembinaan. 

Kelompok hobiis ini kemudian dibekali pemahaman mengenai peran serta masyarakat dalam mendukung keamanan, etika komunikasi, dan cara menyampaikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab.

Pada akhir tahun 1993, tepatnya tanggal 14 November 1993, komunitas ini mengambil langkah penting dengan menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Dokumen ini disusun sebagai syarat resmi agar kelompok dapat bertransformasi menjadi organisasi yang sah secara hukum, dengan fokus utama pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas.

Dari sinilah cikal bakal Bankompol terbentuk. Kelompok yang tadinya hanya berkumpul karena hobi, kini memiliki landasan yang jelas,  strukturnya disusun secara rapi, dan resmi, dengan nama Bantuan Komunikasi Masyarakat dan Kepolisian, disingkat Bankompol. 

Tujuannya kini bukan lagi sekadar berkomunikasi untuk kesenangan atau hobby semata, melainkan menjadi jembatan penghubung resmi antara masyarakat dan kepolisian.

Peran mereka pun makin terasa nyata. Ketika terjadi bencana alam, kerusuhan, atau keadaan darurat, jaringan komunikasi mereka menjadi salah satu saluran andalan. Informasi dari lapangan dapat diterima dengan cepat, sementara himbauan dari kepolisian dapat disebarkan luas ke berbagai penjuru dan langsung menyentuh masyarakat.

Hingga kini, Bankompol Kamtibmas Sulsel terus berkembang dan diakui keberadaannya. Cabangnya telah ada di kota Makassar dan Maros. Sementara untuk cabang Gowa, Bulukumba dan Selayar sedang dalam proses pembentukan. 

Ini menjadi bukti nyata bahwa hobi yang sederhana dapat berubah menjadi manfaat besar ketika disalurkan dengan niat baik dan landasan yang kuat. Berawal dari sekadar suka berkomunikasi memakai HT, kemudian disahkan melalui AD/ART pada 14 November 1993, kini komunitas ini menjadi mitra strategis yang andal dalam mewujudkan Sulawesi Selatan yang aman, tertib, dan damai.

Bagi Anda yang ingin menghidupkan kembali semangat berkomunikasi, baik untuk sekadar hobi maupun persiapan bergabung dalam aksi sosial pengamanan Kamtibmas seperti Bankompol, memiliki perangkat yang andal adalah langkah awal yang mutlak.
Agar terhindar dari produk tiruan atau baterai drop, pastikan Anda membeli dari toko yang bergaransi resmi. Berikut tautan kurasi toko Star/Shopee Mall penyedia HT terbaik yang bisa Anda cek langsung:
 HT Baofeng UV-5R HT Dual Band Terpopuler


Melalui perangkat yang tepat, koordinasi di lapangan atau sekadar menyapa rekan di udara akan terasa jauh lebih lancar dan bermakna.
Catatan : Artikel ini mengandung tautan afiliasi. Bila Anda membeli produk melalui tautan tersebut, kami akan mendapatkan komisi kecil, tanpa biaya tambahan bagi Anda. 
Itu adalah bentuk dukungan Anda, untuk membantu kami terus menyajikan konten bermanfaat untuk sesama. 
 

Komentar

Anonim mengatakan…
di Maros juga Adami Bankompol nya... mantap
Khairil Anas mengatakan…
Iye, alhamdulillah adami. Sebenarnya dari dulumi ada di Maros, hanya saja vakum, akhirnya diaktifkan kembali pada Desember 2025
Anonim mengatakan…
Apa syaratnya untuk menjadi anggota Bankompol Kamtibmas? dan apakah Bankompol sama dengan Banpol?
Anonim mengatakan…
semoga selalu jaya baik di udara maupun di delta
Khairil Anas mengatakan…
bankompol berbeda dengan banpol. bankompol adalah sebuah ormas yang memiliki struktur berdasarkan AD / ART. Untuk bergabung cukup menghubungi pengurus di setiap sektor atau kecamatan, boleh juga menghubungi bagian Humas di nomor; 087803533338