Penulis: Khairil Anas
![]() |
| Batu Lapidde dilihat dari dataran rendah dusun Pange |
To The Point, BARRU - Di kawasan pegunungan dekat Puncak Kappire, Dusun Pange, Desa Palakka, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, berdiri tegak sebuah formasi batuan alam yang unik dan memikat hati. Inilah Batu Lapidde—situs purbakala sekaligus daya tarik wisata yang menyatukan keindahan ciptaan Tuhan dengan kearifan luhur masyarakat setempat.
🌿 Fakta Unik: Ilusi Optik yang Menakjubkan
Secara nyata, Batu Lapidde bukanlah manusia yang berubah menjadi batu, melainkan bentukan batuan alami yang terbentuk selama ribuan tahun. Keunikannya terletak pada fenomena visual yang sangat istimewa:
✅ Dilihat dari Kejauhan:
Bentuknya akan tampak sangat jelas, nyata, dan kontras menyerupai sosok manusia berdiri tegak. Keindahannya semakin memukau saat awan putih melintas tepat di belakang pegunungan tempat batu itu berdiri, seolah-olah sosok itu sedang berjalan di antara samudra awan.
✅ Dilihat dari Jarak Dekat:
Jika kita mendekati objek ini, bentuknya tidak lagi terlihat seperti manusia, melainkan hanya tampak seperti bongkahan batu besar atau tebing cadas biasa. Tidak ada lagi kesan wujud tubuh manusia.
📚 Mengapa Bisa Terjadi Perubahan Wujud Ini?
Fenomena ini dijelaskan melalui tiga faktor utama:
1. Hilangnya Efek Ilusi Optik (Pareidolia)
Siluet menyerupai manusia murni merupakan ilusi optik yang tercipta dari kombinasi jarak, sudut pandang, cahaya, dan latar belakang. Saat berada dekat, mata hanya menangkap tekstur kasar, retakan, dan tonjolan batu, sehingga kesan menyerupai sosok manusia hilang.
2. Ketergantungan pada Latar Belakang Awan
Wujud "manusia" sangat bergantung pada kontras warna antara gelapnya batu dan terangnya awan putih di belakangnya. Saat didekati, latar pembingkai itu hilang, sehingga ilusi pun lenyap.
3. Sudut Pandang Terbaik dari Dataran Bawah
Tempat paling tepat untuk melihat sosok Lapidde adalah bukan dari bawah atau samping batu, melainkan dari wilayah pemukiman di dataran rendah seperti Tanete Riaja atau kaki gunung Desa Palakka.
Karakteristik unik ini mirip dengan batu legendaris lain seperti Batu Malin Kundang di Padang, di mana kemiripan bentuk hanya tampak sempurna dari satu sudut dan jarak tertentu saja.
📖 Legenda yang Hidup Turun-Temurun
Sejak dahulu, masyarakat sering menciptakan cerita rakyat seputar fenomena alam yang menakjubkan ini. Cerita yang diwariskan menyebutkan:
Dahulu kala hidup seorang pemburu ulung bernama La Wedi, yang kemudian dikenal sebagai Lapidde. Ia sangat ahli mengejar rusa (jonga) bersama anjing-anjingnya.
Suatu hari, anjing-anjingnya berisik sehingga buruan kabur. Lapidde yang sangat emosi dan takabur memaki kasar dan hendak melempar mereka dengan batu. Tiba-tiba, sekujur tubuh Lapidde beserta anjingnya mengeras dan berubah menjadi batu di tempat itu. Tidak jauh dari sana, ada pula batu lain yang dipercaya sebagai wujud istri Lapidde.
💡 Makna Mulia di Balik Cerita
Kisah ini lahir bukan tanpa tujuan, melainkan sebagai media edukasi dan pelestarian:
1. Pesan Moral: Mengajarkan menjaga lisan dan mengendalikan amarah serta kesombongan.
2. Pelestarian Alam: Sifat sakral cerita ini membuat kawasan hutan dihormati dan terjaga dari kerusakan.
💃 Warisan Seni yang Membanggakan
Kisah ini begitu berharga sehingga diangkat menjadi Tari Batu Lapidde, karya seni lokal yang pernah mewakili Sulawesi Selatan tampil di ajang nasional Parade Tari Nusantara, TMII Jakarta.(ttp)
Baca ki Juga,


Komentar