Pesona Permandian Bulu Dua Desa Banga Soppeng, Hasil Pembangunan Pemerintah Daerah

Permandian Banga,Bulu Dua,Soppeng

To The Point, SOPPENGPermandian Bulu Dua yang terletak di Desa Banga, yang kini lebih dikenal dengan nama Permandian Lereng Hijau Bulu Dua, adalah destinasi wisata alam legendaris yang tersembunyi di kawasan perbukitan Bulu Dua, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Tempat ini menawarkan pengalaman berenang dengan air pegunungan yang sangat jernih dan sedingin es, berpadu dengan pemandangan hijau yang menenangkan jiwa.

Kolam Banga terletak di Desa Gattareng Toa, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng,
tepatnya berada di jalan penghubung antara Soppeng–Barru, sekitar 3 kilometer dari batas
wilayah kedua kabupaten. Lokasinya berada di lereng bukit yang hijau, sehingga udaranya selalu
sejuk dan segar, kini menjadi salah satu destinasi rekreasi andalan warga dan wisatawan. Tempat ini dibangun dan difasilitasi langsung oleh pemerintah setempat guna mengembangkan potensi wisata alam sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. 

Kolam permandian yang ada di Bulu Dua ini, awalnya hanya berupa pancuran air yang terbuat dari batang bambu. Kemudian oleh pemerintah setempat dirancang dan dibangun secara terstruktur menjadi kolam, dengan memanfaatkan sumber mata air pegunungan yang jernih dan mengalir sepanjang tahun. 

Pembangunan dilakukan dengan tetap menjaga keasrian lingkungan sekitar, dikelilingi pepohonan rindang yang menciptakan suasana sejuk dan nyaman.

Penulis di tepi Kolam Banga

Kepala Desa Banga, Abdullah, menjelaskan pembangunan ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap potensi desa. 

"Awalnya hanya sumber air alami, kemudian pemerintah kabupaten berinisiatif membangun kolam penampungan yang rapi, pembatasan, serta fasilitas pendukung agar aman dan nyaman dikunjungi semua kalangan, mulai anak-anak hingga dewasa," ungkapnya, Kamis (18/6/2026).

Kolam ini memiliki kedalaman bertingkat: bagian dangkal untuk anak-anak dan bagian yang lebih dalam untuk orang dewasa. Airnya selalu bersih dan segar karena terus mengalir dari sumbernya, tidak pernah tergenang dan kering meski saat musim kemarau. 

Untuk menjangkau kolam permandian ini, dapat ditempuh dengan kendaraan darat dari kota Makassar sejauh 120 km, sementara jarak ke kota Watan Soppeng sekitar 40 km. 

Rute yang dilalui, cukup mengikuti jalan poros Soppeng–Barru; tanda masuk wisata terlihat jelasdi pinggir jalan utama.Kendaraan roda empat dapat diparkir di area atas, lalu menuruni puluhananak tangga menuju kolam. Kendaraan roda dua bisa turun lebih dekat melalui jalur khususnamun cukup menantang.

Seiring selesainya pembangunan, pemerintah daerah juga melengkapinya dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti: kamar ganti, toilet bersih, tempat parkir, gazebo untuk beristirahat, serta akses jalan yang diperbaiki agar mudah dijangkau kendaraan. Warga sekitar juga diberi kesempatan membuka usaha kuliner dan jasa sewa peralatan renang. 

Warga sekitar menyambut baik keberadaan fasilitas ini, karena dapat meningkatkan perekonomian mereka, terutama di waktu-waktu tertentu saat ramai pengunjung,yang biasanya saat libur sekolah, atau saat menjelang pergantian tahun. 

"Tempatnya rapi, airnya sejuk, dan aman untuk keluarga. Berkat dibangun pemerintah, tempat ini menjadi layak dikunjungi dan terawat dengan baik," ujar Nur Alam, salah seorang pengunjung asal Makassar.

Untuk menikmati keindahan alam dan kesejukan air pegunungan di permandian Bulu Dua ini, pengunjung tidak dikenakan pembayaran alias gratis. Hanya saja dihimbau kepada setiap pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan dan ketertiban. Pemerintah daerah berencana menambah fasilitas lain di tahap berikutnya agar daya tariknya semakin meningkat.

Nama "Banga" sudah dikenal masyarakat setempat sejak lama sebagai sumber mata air alamiyang tak pernah kering. Air kolam ini murni berasal dari rembesan pegunungan di sekitar Bulu Dua,mengalir secara alami tanpa pengolahan buatan, sehingga tetap jernih, bersih, dan terasa sangatdingin menyentuh kulit—bahkan sering disebut bisa diminum langsung.Berbeda dengan kolam renang buatan lainnya, Kolam Banga dirancang menyatu dengan kontur lereng bukit,

memberikan kesan alami yang tetap terjaga meski kini sudah dilengkapi fasilitas penunjang.

Dahulu hanya ada satu kolam utama dan kolam kecil berisi ikan hias, namun kini telah

berkembang menjadi kawasan wisata yang lebih luas dengan nama baru Lereng Hijau Bulu Dua.(ttp) 

Baca ki Juga,

Dange: Kue Tradisional Leluhur Bugis yang Tetap Ramah di Lidah dan Bertahan Hingga Kini

Umpungeng: Posi’na Tana e, Pusat Kehidupan dan Situs Keramat di Pegunungan Soppeng

Komentar