Asal Usul Nama Soppeng: Dari Buah Liar, Nama Kerajaan, Hingga Nama Kabupaten

Penulis : Khairil Anas

Soppeng, sebagai nama kabupaten yang terletak di Sulawesi Selatan ini memiliki akar sejarah yang panjang, bahkan sudah digunakan sejak masa berdirinya kerajaan tradisional, jauh sebelum datangnya penjajah Belanda dan Jepang di Tanah Air. 

Pohon dan Buah Coppeng
Asal-usul nama Soppeng berkembang dari dua versi yang saling melengkapi dan diakui masyarakat setempat serta tercatat dalam naskah kuno.

Salah satu versi yang populer dituturkan turun-temurun menyebutkan bahwa nama ini berasal dari kata "Coppeng". Coppeng adalah sejenis buah kecil yang tumbuh liar dan melimpah di wilayah tersebut pada zaman dahulu. Buahnya berbentuk bulat kecil bergerombol mirip anggur, berwarna ungu kemerahan saat matang, dan banyak tumbuh subur di hamparan tanah datar di sana. 

Karena keberadaannya yang sangat melimpah, para penduduk awal dan pendatang menyebut daerah itu sebagai "Tanah Coppeng". Seiring berjalannya waktu dan perubahan pelafalan dalam bahasa Bugis, kata tersebut perlahan berubah bunyi dan ejaan menjadi Soppeng. 

Versi lain menjelaskan makna dari kata itu sendiri. Dalam bahasa Bugis, Soppeng atau Masoppeng berarti tanah yang datar, lapang, dan terbuka. Deskripsi ini sangat sesuai dengan kondisi alam wilayahnya yang sebagian besar berupa dataran luas yang subur, berbeda dengan daerah tetangga yang lebih banyak berbukit. Tanah yang lapang ini menjadikan Soppeng sebagai tempat yang nyaman untuk bermukim, bercocok tanam, dan menjadi persimpangan jalur perdagangan antarwilayah. 

Yang terpenting, nama Soppeng sudah digunakan secara resmi sejak zaman kerajaan. Hal ini tercatat jelas dalam naskah sejarah Lontara Bugis. Sejak abad ke-13 hingga ke-14 Masehi, ketika wilayah ini dipersatukan dan berdiri sebagai salah satu dari Persekutuan tiga kerajaan Bugis atau Persekutuan Tellumpoccoe, sebuah aliansi kekuasaan yang terdiri dari Kerajaan Bone, Kerajaan Soppeng dan Kerajaan Wajo. 

Dalam persekutuan Tellumpoccoe itu, nama Soppeng telah dijadikan sebagai identitas resmi kerajaan dan wilayah kekuasaannya. Nama ini tetap terjaga dan tidak diganti meski mengalami berbagai peristiwa sejarah, termasuk masa penjajahan. 

Hingga kini, nama Soppeng tetap melekat sebagai identitas daerah dan menjadi nama kabupaten. 

Soppeng menyimpan dua makna sekaligus, yakni pertama, sebagai pengingat akan kekayaan alamnya yang dulu dipenuhi buah coppeng, dan yang kedua menggambarkan karakter wilayahnya yang lapang, subur, serta terbuka bagi siapa saja yang datang.

Pelajari Lebih Dalam Literatur & Bahasa Bugis
Sebagaimana peribahasa "Tak Kenal maka Tak Sayang, Tak Sayang maka Tak Cinta", maka demikian pula halnya ketika kita tidak mengenal dengan baik daerah kita. 
Sebagai orang yang lahir di Soppeng, sudah sepatutnya kita mengenali dengan baik kampung halaman kita, termasuk asal usul namanya. Karena dengan begitu, akan tumbuh perasaan sayang dan cinta dalam hati, dan tentu akan semakin mengagumi kekayaan budaya leluhur di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Soppeng. Sebuah daerah yang dianggap sebagai tempat yang paling murni keBugisannya, karena wilayahnya tidak beririsan dengan wilayah non Bugis. Berbeda dengan daerah Bugis yang lain, yang bertetangga dengan suku lain, maka Soppeng berbatasan dengan daerah Bugis semua. 

Jelajahi Sejarah Sulawesi Selatan Lebih Mendalam:

Menelusuri akar sejarah sebuah daerah selalu memberikan ruang refleksi yang menarik. Jika Anda tertarik dengan filosofi masa lalu di tanah Sulawesi, jangan lewatkan ulasan mendalam mengenai Lempu na Getteng, Dua  Pilar Kehidupan Masyarakat Bugis. 
Anda juga bisa menyimak ulasan menarik yang sarat akan nilai budaya, dan warisan Leluhur Bugis alam artikel Bagaimana Falsafah Sulapa Eppa Bugis Bentuk Manusia Sejati?. Kedua artikel ini menyimpan kepingan kisah yang saling melengkapi khazanah masa lampau kita.
Bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari lebih dalam tentang Soppeng dan Bugis, atau ingin menambah kosakata Bugis, atau mempelajari  dialek, dan literatur asli masyarakat Bugis, Anda bisa memiliki Buku Kamus Bahasa Daerah Bugis Lengkap ini. 
Anda juga bisa peroleh buku-buku tentang Bugis, melalui tautan resmi  di di Lazada (Bisa COD / Diskon Pengguna Baru), seperti buku ini: Pengaruh Bugis dalam Sejarah Melayu. 

:📚 Rujukan Penelusuran Sejarah Kuno:

Membaca Lontara dan mempelajari dialek lokal adalah cara terbaik untuk merawat ingatan kolektif kita tentang Tanah Bugis, khususnya Soppeng. 
Bagi Silessurekku yang ingin mengoleksi literatur fisik atau buku sejarah Bugis terlengkap sebagai bahan bacaan di rumah, silakan klik salah satu dari tautan khusus di atas , atau mengklik gambar di bawah 👇

Catatan:
Dalam artikel ini, kami sengaja tautkan link marketplace yang menjual koleksi buku-buku terkait sejarah, bahasa, budaya dan tradisi masyarakat Bugis-Makassar, untuk menjadi rujukan Silessurekku semua, agar semakin mendalami hal-hal terkait Bugis dan Makassar. 
Sengaja kami tautkan 3 jenis marketplace (Shopee, Tokopedia dan Lazada) untuk memberi kebebasan kepada Silessurekku semua untuk memilih di platform mana yang sesuai dengan keinginan Silessurekku semua. 
Ketika Silessurekku membeli buku atau produk lain melalui link tautan itu, kami akan mendapatkan sedikit komisi, tanpa menambah biaya yang Silessurekku bayarkan. 
Sedikit komisi yang kami peroleh dari pembelian itu, menjadi dukungan sangat berharga bagi kami dalam menyajikan berbagai informasi yang bermanfaat untuk sesama. Terima kasih dan semoga keberkahan hidup senantiasa menyertai kita semua, Amin. 

Komentar