Dari Hotel Sahid Jaya Menuju MaRI Extension: Jejak Sejarah dan Lembaran Baru Makassar

Penulis: Khairil Anas 
Hotel Sahid di Suatu Malam

To The Point, MAKASSAR - Hotel yang berlokasi di Jalan Dr. Sam Ratulangi No. 33, Kelurahan Mamajang Luar, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar ini pernah menjadi hotel termewah di Sulawesi Selatan, sebagai hotel bintang empat dengan jumlah lantai sebanyak 12, luas keseluruhan lantai 19.579 m2, jumlah kamar 220 yang terdiri atas 162 kamar bertype Deluxe, 48 kamar bertype Junior Suite, 8 kamar bertype Executive Suite, dan 2 kamar bertype Presidential Suite. 
Hotel ini juga menyediakan fasilitas Balairung berkapasitas 3.500 orang, restoran dan kafe yang buka 24 jam, kolam renang dan pusat bisnis. 

📜 SEJARAH AWAL BERDIRINYA
Gedung hotel ini dibangun bukan sekadar bangunan biasa, melainkan buah kerja sama besar dua kelompok usaha ternama: Sahid Group dan Kalla Group. Nilai investasi yang ditanamkan saat itu mencapai sekitar 70 miliar rupiah, angka yang sangat besar pada masanya.
 
Proses pembangunan resmi dimulai pada 1 Oktober 1994, ditandai dengan upacara pemancangan pondasi pertama yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan saat itu, Zainal Basri Palaguna. Setelah dua tahun lebih proses pembangunan, hotel ini mulai dibuka untuk umum pada Desember 1996, lalu diresmikan secara penuh pada 12 April 1997.
 
Selama puluhan tahun berdiri, Hotel Sahid Jaya Makassar menjadi salah satu ikon perhotelan bintang empat yang paling bergengsi, saksi pertemuan pejabat, perjanjian bisnis, dan tamu penting dari berbagai penjuru.
 
MASA TERBENGKALAI DAN PEMBONGKARAN UNIK
Sayangnya, setelah melayani warga selama lebih dari dua dekade, hotel ini berhenti beroperasi sepenuhnya sejak tahun 2019 dan bangunannya sempat terbengkalai cukup lama.
 
Kini lembaran sejarah itu ditutup. Proses pembongkaran gedung legendaris ini resmi dimulai sejak Agustus 2025. Cara pelaksanaannya pun sangat unik dan mencuri perhatian publik: alat berat dikerahkan langsung ke bagian atap (rooftop) untuk meratakan bangunan secara bertahap dari atas ke bawah.
 
   Alat berat skavator di atas atap hotel

🤔 BAGAIMANA CARA ALAT BERAT NAIK KE ATAP?
Banyak warga bertanya-tanya: "Bagaimana mungkin ekskavator seberat puluhan ton bisa sampai ke lantai tertinggi gedung?"
 
Jawabannya adalah menggunakan bantuan Crawler Crane Hidrolik, yaitu jenis derek berat canggih yang berjalan di atas roda rantai. Berbeda dengan model lama yang mengandalkan kabel dan roda gigi mekanik, derek jenis ini bekerja memanfaatkan tekanan cairan (biasanya oli) yang dipompa untuk menggerakkan silinder dan motor penggerak, sehingga mampu mengangkat beban luar biasa beratnya dengan sangat presisi dan aman.
 
KENAPA TIDAK LANGSUNG DIRUNTUHKAN SAJA?
Mungkin juga ada yang bertanya: "Kenapa repot-repot angkat ke atas? Kenapa tidak diledakkan atau diruntuhkan sekaligus?"
 
Ada alasan sangat mendasar dan bijak di balik keputusan ini:
 
1. Lokasi Sangat Padat: Gedung ini berada di tengah kota yang dikelilingi pemukiman, jalan raya, dan bangunan berdekatan. Meruntuhkan sekaligus berisiko menimpa lingkungan sekitar, menutup jalan lama, serta menyebarkan debu yang mengganggu kesehatan warga.
2. Lebih Aman dan Terkendali: Membongkar dari atas ke bawah membuat beban gedung berkurang perlahan, sehingga risiko ambruk mendadak bisa dihindari sepenuhnya. Puing pun bisa diturunkan dan dipilah dengan rapi.
3. Sesuai Rencana Baru: Lahan ini akan dikembangkan menjadi kawasan baru, sehingga metode ini menjaga kondisi fondasi dan tanah agar tetap layak untuk pembangunan selanjutnya, sekaligus memudahkan pemilahan bahan yang masih bisa dimanfaatkan kembali.
4. Memenuhi Aturan Kota: Pemerintah mewajibkan metode bertahap untuk bangunan tinggi di kawasan padat demi keselamatan umum.
 
Hotel Sahid Makassar Tinggal Kenangan

🏗️ LEMBARAN BARU: MARI EXTENSION
Lahan strategis seluas ini kini dikelola sepenuhnya oleh Kalla Land & Property. Bekas gedung hotel ini tidak akan kosong lama, melainkan dialihfungsikan menjadi bagian pengembangan Mal Ratu Indah Extension (MaRI Extension).
 
Nantinya kawasan ini akan berubah menjadi kawasan terpadu (mixed-use) modern yang dilengkapi dengan pusat perbelanjaan, hunian apartemen, gedung pertemuan, dan fasilitas penunjang kehidupan kota lainnya.
  
Pertanyaan untuk pembaca:
Apakah Anda ingin tahu lebih banyak tentang sejarah operasional hotel ini sebelum ditutup, atau penasaran dengan fasilitas megah yang dulu pernah ada di dalamnya?
 
Sumber:
[1] Catatan sejarah peresmian Hotel Sahid Jaya Makassar
[2] Dokumen kerja sama investasi Sahid Group dan Kalla Group
[3] Keterangan teknis proses pembongkaran
(ttp) 

Baca ki Juga




Komentar