To The Point, MAKASSAR – Kawasan selatan Kota Makassar yang menjadi pintu gerbang utama menuju wilayah Gowa, Jeneponto, dan sekitarnya, kini berada di titik tekan lalu lintas yang sangat mengkhawatirkan. Menyadari beban yang semakin berat ini, Pemerintah Kota Makassar bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersinergi penuh untuk menggenjot percepatan seluruh tahapan pembangunan Jembatan Kembar Barombong. Proyek strategis daerah ini ditetapkan sebagai prioritas tertinggi demi membuka jalan bagi kelancaran mobilitas wilayah selatan.
📍 Masalah Utama: Titik Penyempitan yang Menjadi Langganan Macet
Kawasan Barombong selama ini dikenal sebagai titik penyempitan lalu lintas yang kritis, yang hampir setiap hari menimbulkan antrean kendaraan yang sangat panjang. Kondisi ini memuncak terutama pada jam sibuk—saat warga berangkat kerja dan pulang kerja.
Seperti ditegaskan oleh pejabat terkait pada Kamis, 18 Juni 2026:
"Barombong selama ini menjadi titik penyempitan lalu lintas yang menimbulkan antrean panjang, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja. Jembatan baru ini akan menghubungkan akses Makassar–Gowa dengan lebih lancar."
📏 Spesifikasi, Pembagian Tugas, dan Besaran Anggaran
Proyek pembangunan ini memiliki skala yang terukur dan jelas peranannya:
- Panjang jembatan: Sekitar 800 meter
- Kebutuhan lahan: Kurang dari 3 hektare
- Tanggung jawab:
✅ Pemkot Makassar: Mengurus seluruh proses pembebasan lahan
✅ Dinas Bina Marga Provinsi Sulsel: Melaksanakan pembangunan fisik
- Anggaran: Telah disiapkan alokasi awal sebesar Rp100 miliar yang masuk dalam APBD Tahun 2027. Dana ini akan segera dicairkan untuk konstruksi begitu status lahan dinyatakan bersih dan bebas dari segala sengketa.
📈 Kemajuan Terkini: Pembebasan Lahan Berjalan Lancar & Terbuka
Hingga memasuki pertengahan Juni 2026, pelaksanaan pembebasan lahan menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan:
✅ Progres mencapai 85 persen
✅ Proses negosiasi dan pembayaran ganti rugi berjalan transparan dan musyawarah
✅ Melibatkan unsur tokoh masyarakat, aparat kelurahan, dan tim pelaksana lapangan—agar hak warga terjaga dan tidak ada satu pun pihak yang merasa dirugikan.
Target akhirnya tetap tegas: seluruh proses pembebasan lahan harus tuntas pada akhir Juni 2026.
🗓️ Jadwal Konstruksi & Bentuk Rancangan Masa Depan
Jika sesuai jadwal tanpa halangan:
- Awal pembangunan fisik: Awal tahun 2027
- Durasi pengerjaan: Ditargetkan selesai dalam 18 bulan
- Desain jembatan:
✅ Memiliki dua jalur terpisah untuk masing-masing arah
✅ Dilengkapi jalur khusus sepeda dan trotoar yang jauh lebih lebar untuk keselamatan pejalan kaki
![]() |
| Walikota Makassar tinjau Lokasi |
Manfaat lalu lintas: Diperkirakan memangkas waktu tempuh Makassar–Gowa hingga 60 persen dari sebelumnya.
🛡️ Pengamanan & Harapan Ekonomi
Saat ini, kawasan lokasi proyek dipantau ketat secara bersama oleh kepolisian dan relawan Bankompol Kamtibmas dari cabang Makassar maupun Gowa. Tujuannya menjaga keamanan wilayah dan kelancaran arus lalu lintas sementara masa persiapan berlangsung.
Lebih dari sekadar jalan baru, kehadiran Jembatan Kembar Barombong diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah selatan Sulawesi Selatan secara signifikan. Wilayah yang dulunya terhambat kemacetan, kini akan terbuka lebar untuk distribusi barang, jasa, dan investasi.
✍️ Penutup
Sinergi antara pemerintah kota dan provinsi, keterlibatan warga serta tokoh masyarakat, dan persiapan yang rapi dengan anggaran yang jelas membuktikan bahwa proyek ini dikelola dengan serius dan bertanggung jawab.
Semoga sisa tahap pembebasan lahan berjalan mulus menuju target akhir Juni, konstruksi dimulai tepat waktu, dan hasilnya menjadi infrastruktur kokoh yang membawa manfaat besar bagi kenyamanan dan kemajuan kita semua.
(To The Point)


Komentar