Bola Seratu E Ri Soppeng (Sao Mario): Rumah Adat Seratus Tiang Warisan Budaya Keluarga Datu Soppeng

Penulis: Gempita Prahara

Bola Seratu e di malam hari 
To The Point, SOPPENG - Di tengah wilayah yang asri, berdiri bangunan bersejarah yang menjadi kebanggaan Kabupaten Soppeng: Bola Seratu E Ri Soppeng, yang juga dikenal dengan sebutan Sao Mario. Bangunan ini bukan sekadar bangunan kayu biasa, melainkan bukti cinta budaya dan upaya pelestarian warisan leluhur yang luar biasa.
 
Lokasi dan Jarak Tempuh
Kawasan wisata budaya ini terletak di Kampung Awakaluku, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Mario Riawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Jaraknya dari pusat Kota Watangsoppeng sekitar 32 kilometer, sehingga perjalanan ke lokasi ini cukup menyenangkan sambil menikmati pemandangan alam khas wilayah Soppeng.
 
Arti Nama dan Fakta Jumlah Tiang
Dalam bahasa Bugis, bangunan ini disebut Bola Seratu, yang secara harfiah berarti Rumah Seratus. Nama ini merupakan sebutan kiasan yang menggambarkan jumlah tiang penyangganya yang sangat banyak dan luar biasa kokoh. Fakta yang paling tepat mencatat bahwa rumah adat ini sebenarnya ditopang oleh sebanyak 119 tiang penyangga.
 
Angka yang melimpah ini mengandung makna mendalam: setiap tiang melambangkan dukungan, kekuatan, dan persatuan untuk menjaga tegaknya nilai-nilai luhur budaya Soppeng.
 
Pendiri dan Silsilah Keluarga
Berbeda dengan anggapan umum yang menyebutkan dibangun oleh raja, Bola Seratu E Ri Soppeng ini dibangun atas inisiatif dan perjuangan seorang budayawan besar keturunan penguasa Soppeng, yaitu Prof. Andi Mustari Pide.
 
Ramai pengunjung Sao Mario

Berdasarkan catatan silsilah keluarga yang terjaga dengan baik, beliau adalah keturunan langsung dari La Ttone, Datu Soppeng ke-26. Sebagai penerus darah bangsawan sekaligus pecinta budaya, beliau bertekad menghidupkan kembali bentuk arsitektur kuno kedatuan Soppeng agar tidak hilang ditelan zaman, sehingga dibangunlah Bola Seratu ini sebagai wujud penghormatan kepada leluhur.
 
Bahan Pembuatan yang Luar Biasa Kokoh
Seluruh struktur utama Bola Seratu E Ri Soppeng dibangun menggunakan dua jenis kayu terbaik pilihan leluhur, yaitu kayu ulin dan kayu seppu. Kedua jenis kayu ini dikenal sangat keras, padat serat, tahan terhadap serangan rayap dan jamur, tidak mudah lapuk meski diterpa hujan serta panas berpuluh-puluh tahun, serta lentur sehingga sangat aman menahan guncangan gempa.
 
Hebatnya lagi, bangunan megah ini tidak menggunakan satu pun paku besi. Semua sambungan kayu disusun dengan teknik penyambungan khas arsitektur Bugis yang presisi dan saling mengunci satu sama lain, membuat bangunan ini semakin kokoh namun tetap lentur.

Baca ki Juga, 

Kondisi Bangunan Saat Ini
Hingga saat ini, struktur utama, bentuk dasar, dan tata letak ruangan masih tetap mempertahankan desain asli arsitektur kedatuan kuno. Bangunan ini dibangun dengan mengacu pada bentuk dan teknik asli zaman dahulu, sehingga menghadirkan suasana otentik masa lalu.
 
Makna dan Warisan Bagi Masyarakat
Bola Seratu E Ri Soppeng mengajarkan kita bahwa melestarikan budaya bukan sekadar tugas penguasa semata, melainkan tanggung jawab seluruh anak bangsa, terutama para penerus sejarah. Semoga bangunan ini terus berdiri tegak menjadi kebanggaan abadi bagi seluruh anak cucu Soppeng dan menjadi bukti kecintaan kita pada warisan leluhur.(ttp) 

Baca ki Juga, 

 
 

Komentar