![]() |
| Mengembalikan fungsi ruang publik |
Penertiban dimulai pada pukul 08.00 WITA dengan melibatkan puluhan petugas gabungan. Sebelum melakukan pembongkaran, tim terlebih dahulu melakukan pendekatan secara persuasif dan mengingatkan kembali kepada para pedagang terkait aturan pemanfaatan ruang yang berlaku. Selama beberapa tahun terakhir, lapak-lapak penjual es kelapa dan minuman lainnya tumbuh berderet di pinggir jalan dan halaman depan benteng, sehingga menyempitkan akses jalan, mengganggu kenyamanan pejalan kaki, serta menimbulkan tumpukan sampah plastik dan daun kelapa yang sulit dibersihkan.
![]() |
| Penertiban Lapak Kaki Lima |
Telah Melalui Tahap Sosialisasi
"Langkah ini telah melalui proses sosialisasi bertahap selama sebulan terakhir, kepada para pedagang itu telah disampaikan imbauan baik secara lisan maupun tertulis agar memahami bahwa kawasan depan Benteng Rotterdam termasuk dalam zona pelestarian budaya yang tidak boleh dijadikan tempat berjualan secara permanen." jelasnya.
Tujuan penertiban pedagang kaki lima itu bukan melarang mereka untuk berusaha, melainkan mengatur agar aktivitas perdagangan tidak merusak aset milik umum.
Dalam pelaksanaannya, para pedagang terlebih dahulu diminta memindahkan barang dagangan dan perlengkapan usahanya secara sukarela. Setelah area dikosongkan, petugas kemudian membongkar bangunan lapak yang bersifat tetap maupun semi-permanen agar tidak digunakan kembali. Seluruh proses berjalan tertib dan kondusif tanpa adanya insiden perlawanan, karena sebelumnya pemerintah telah menyiapkan lokasi untuk relokasi yang layak di pasar baru, tidak jauh dari benteng Rotterdam.
"Para pedagang yang terkena penertiban kini dipindahkan ke lokasi baru yang berjarak sekitar 300 meter dari kawasan benteng, tepatnya di area terpadu yang telah disiapkan pemerintah." lanjut A Gani.
![]() |
| Siap Dipindahkan |
Bukan Dilarang Berdagang, tapi Sekedar Ditertibkan
Salah seorang pedagang es kelapa, Muhsin, mengaku awalnya merasa khawatir dan ragu pindah tempat. “Sudah bertahun-tahun berjualan di sini, jadi khawatir pembeli berkurang. Tapi setelah melihat tempat baru dan mendengar penjelasan petugas, kami mengerti juga. Ini demi kebaikan bersama agar benteng tetap terjaga keindahannya,” katanya.
Para pedagang berharap lokasi baru tetap ramai dikunjungi pengunjung yang datang berwisata ke Benteng Rotterdam.
Sementara itu, pengunjung dan wisatawan menyambut baik penataan ini. Salah satu wisatawan asal Surabaya mengaku senang melihat area depan benteng kembali bersih dan lapang. “Sekarang pemandangannya lebih bagus, kita bisa melihat bentuk benteng secara utuh tanpa terhalang lapak-lapak. Ini sangat mendukung kenyamanan berwisata,” ujarnya.
Pemerintah Kota Makassar menegaskan akan terus melakukan pengawasan rutin di kawasan tersebut agar tidak ada lagi lapak yang berdiri kembali di tempat terlarang. Selain itu, pihak pemerintah kota juga akan terus memantau kondisi lokasi relokasi untuk memastikan fasilitasnya selalu terpelihara dan memudahkan para pedagang menjalankan usahanya.
Penataan ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian warisan budaya dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan. Dengan lokasi yang teratur, kebersihan lingkungan terjaga, serta keindahan kawasan bersejarah tetap terpelihara, diharapkan Benteng Rotterdam semakin menarik dikunjungi wisatawan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. (ttp)
Baca ki Juga



Komentar