Penulis: Gempita Prahara
![]() |
| Ilustrasi : Pembuat Kerajinan Tangan |
To The Point, MAKASSAR - Ungkapan luhur Reso Pa Temmangingi Malomo Nalete I Pammase Dewata adalah salah satu intisari filosofi hidup masyarakat Bugis yang sangat mendalam. Pesan mulia ini merupakan warisan abadi dari cendekiawan besar dan tokoh bijaksana tanah Bugis, Nene' Mallomo. Ia bukan sekadar nasihat kebaikan biasa, melainkan rumusan jalan hidup yang diajarkan Nene' Mallomo: bagaimana usaha keras yang terus menerus dengan ketulusan hati akan menjadi jembatan yang membawa kita kepada limpahan karunia Sang Pencipta.
Makna Tepat Setiap Kata
Berdasarkan kearifan asli yang diwariskan, mari kita bedah maknanya satu per satu:
- Reso Pa: Berarti usaha, upaya, ikhtiar, serta tekad yang kuat dan tak kenal lelah. Menunjukkan bahwa kebaikan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diperjuangkan sekuat tenaga.
- Temmangingi: Artinya terus menerus, kontinyu, tekun, dan tak mudah menyerah. Mengajarkan bahwa ikhtiar yang baik tidak boleh putus di tengah jalan, harus dilakukan dengan konsisten sepanjang hayat.
- Malomo: Bermakna mudah, ringan, dan lancar. Bukan berarti tanpa kesulitan, melainkan segala hal yang dikerjakan dengan ikhlas dan benar akan diringankan jalannya oleh Tuhan.
- Nalete I: Berarti menjadi titian, jembatan, atau jalur penghubung. Usaha yang tekun itulah jalan yang menghubungkan manusia dengan kebaikan yang lebih besar.
- Pammase: Adalah rahmat, karunia, anugerah, serta rezeki yang mulia. Segala sesuatu yang indah dan baik yang kita terima adalah pemberian khusus dari-Nya.
- Dewata: Merujuk kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Sang Pemilik Segala Sesuatu sekaligus Sang Pemberi Segala Karunia.
Secara utuh, makna lengkapnya adalah:
"Bersungguh-sungguhlah berikhtiar dengan tekad yang tak kenal lelah, lakukanlah secara terus menerus dan tak mudah menyerah, maka segala urusanmu akan diringankan dan dilancarkan; hal itulah yang menjadi jembatan bagimu untuk meraih rahmat, karunia, dan rezeki mulia dari Tuhan Yang Maha Esa."
Warisan Luhur Nene' Mallomo
Filosofi ini lahir dari kebijaksanaan mendalam Nene' Mallomo, tokoh panutan dan pemikir besar yang hidup di masa Kerajaan Sidenreng. Di tengah tugas beratnya menegakkan keadilan, menyatukan masyarakat, dan memperbaiki tatanan kehidupan, Nene' Mallomo menyadari bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya bergantung pada kekuatan senjata atau aturan hukum semata, melainkan juga pada semangat hidup setiap orang.
Ia mengajarkan bahwa manusia memiliki kewajiban mutlak untuk berjuang sekuat tenaga, namun tidak boleh sombong menganggap hasil itu semata-mata karena kemampuannya sendiri. Kesuksesan yang sejati lahir dari perpaduan antara usaha yang gigih dan kepasrahan yang tulus kepada kehendak Tuhan. Pesan ini kemudian tersimpan rapi dalam ingatan kolektif masyarakat dan diwariskan turun-temurun hingga hari ini.
Filosofi dan Pesan Mendalam
Ungkapan ini mengajarkan kita tiga hal penting yang saling berkaitan:
1. Manusia Berusaha, Tuhan yang Menentukan: Kita tidak boleh pasrah diam saja, melainkan wajib berjuang sekuat tenaga. Namun di saat yang sama, kita sadar bahwa hasil akhirnya ada di tangan Tuhan.
2. Ketekunan Adalah Kunci: Tidak ada keberhasilan besar yang dicapai dalam sekejap. Kegigihan untuk terus berbuat baik, bekerja jujur, dan berjuang di jalan yang benar itulah yang membuat jalan kita menjadi ringan.
3. Ikhtiar Adalah Jalan Menuju Karunia: Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Usaha dan ketekunan kita adalah "titian" yang kita bangun untuk menyambut rahmat Ilahi.
Filosofi ini sangat selaras dengan ajaran agama yang menyatakan bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang bekerja dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh, serta berjanji akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka bagi siapa yang bertakwa dan berusaha.
Relevansi di Kehidupan Masa Kini
Di zaman yang serba cepat dan penuh tantangan seperti sekarang, pesan luhur warisan Nene' Mallomo ini semakin dibutuhkan dan menjadi pegangan yang kokoh:
- Bagi Pengusaha dan Pekerja: Mengajarkan untuk tidak mudah putus asa saat bisnis atau pekerjaan mengalami kesulitan. Teruslah berusaha, berinovasi, dan berbuat jujur, maka jalan kemudahan pasti akan terbuka.
- Bagi Pelajar dan Pencari Ilmu: Menjadi pengingat bahwa kesuksesan belajar tidak didapat dengan jalan pintas. Harus tekun, terus berlatih, dan pantang menyerah sampai paham, maka ilmu itu akan menjadi cahaya yang memudahkan langkah hidup.
- Bagi Pemimpin dan Pengelola Media: Seperti semangat blog To The Point, kita harus terus berjuang menegakkan kebenaran dan melestarikan budaya warisan leluhur seperti ajaran Nene' Mallomo, meskipun banyak tantangan. Ketekunan kita dalam menyampaikan pesan yang baik itulah yang menjadi jalan membawa manfaat bagi banyak orang, sekaligus mendatangkan berkah.
- Bagi Kehidupan Bersama: Mengajak kita saling mendukung, saling menguatkan saat satu sama lain sedang lelah berjuang, karena kebaikan yang dilakukan bersama akan semakin dilancarkan dan diberkahi.
Reso Pa Temmangingi Malomo Nalete I Pammase Dewata mengajarkan kita: jangan pernah takut berusaha, jangan pernah berhenti berjuang di jalan yang benar. Langkah kaki yang tekun dan hati yang ikhlas adalah jembatan terindah yang menghubungkan kita dengan segala kebaikan dan karunia yang disiapkan Tuhan untuk hamba-hamba-Nya. Semoga kita semua senantiasa mengamalkan ajaran mulia Nene' Mallomo ini dan diringankan urusannya serta dilimpahi rahmat-Nya. Aamiin Ya Rabbal Alamin.(ttp)

Komentar