Mengapa Watansoppeng Dikenal sebagai Kota Kalong?


To The Point, WATANSOPPENG
– Di antara deretan kabupaten dan kota yang ada di provinsi Sulawesi Selatan, Watansoppeng memiliki julukan yang unik dan melekat kuat, yakni "Kota Kalong". 

Julukan ini bukan sekadar sebutan sembarangan, melainkan memiliki latar belakang sejarah, kondisi alam, dan nilai budaya yang telah turun-temurun.

Julukan Watan Soppeng sebagai Kota Kalong ini muncul karena satu fenomena alam yang sangat khas. Ribuan bahkan jutaan ekor kelelawar besar atau yang disebut masyarakat setempat sebagai kalong, hidup dan bersarang di pepohonan tua yang tersebar di kawasan pusat kota Soppeng. 

Kawasan yang paling terkenal menjadi tempat tinggal mereka adalah di sekitar kompleks Kantor Bupati Soppeng, Lapangan Gasis Soppeng, dan wilayah sekitar Mesjid Raya Darussalam.  

Menurut catatan sejarah, keberadaan kalong ini sudah ada jauh sebelum masa penjajahan Belanda. 


Konon, para leluhur masyarakat Soppeng telah menjaga dan melindungi hewan ini selama berabad-abad. Ada kepercayaan turun-temurun yang berkembang, bahwa kalong adalah simbol keseimbangan alam dan pembawa berkah bagi daerah tersebut. Masyarakat percaya selama kalong masih tinggal di kota ini, maka tanah Soppeng akan tetap subur dan masyarakatnya dilindungi dari bencana.

Secara ilmiah, jenis kalong yang ada di Watansoppeng termasuk kelelawar buah (Pteropus vampyrus). Hewan ini berperan sangat penting bagi ekosistem. Saat malam tiba, mereka terbang keluar mencari buah dan bunga. 

Tanpa disadari, mereka membantu penyerbukan tanaman dan penyebaran biji-biji pohon, yang membuat hutan dan lahan pertanian di sekitar Soppeng tetap hijau dan subur. Itulah sebabnya meski jumlahnya sangat banyak, warga tidak pernah mengganggu apalagi memburu mereka.

Pemandangan yang paling menakjubkan dapat disaksikan saat senja hari. Ketika matahari mulai terbenam, langit Watansoppeng seketika berubah. Ribuan kalong berterbangan secara berkelompok, membentuk barisan panjang yang bergerak perlahan meninggalkan sarang mereka untuk mencari makan hingga pagi hari. Suara kepakan sayap mereka dan bentuknya yang beterbangan berbaris menjadi tontonan alami yang tidak dapat ditemukan di tempat lain di Sulawesi Selatan.

Seiring berjalannya waktu, julukan ini tidak lagi hanya merujuk pada hewan semata. Pemerintah daerah dan masyarakat kini menjadikan "Kota Kalong" sebagai identitas dan daya tarik wisata. Nama ini diabadikan dalam berbagai hal, mulai dari nama taman, maskot daerah, hingga menjadi tema dalam berbagai acara budaya. 

Bahkan, pengunjung yang datang ke Watansoppeng hampir selalu meluangkan waktu sekadar untuk menyaksikan fenomena terbangnya kalong di langit sore.

Bagi warga setempat, julukan Kota Kalong ini adalah kebanggaan. Ia menjadi pengingat bahwa Watansoppeng adalah kota yang menjaga harmoni antara manusia dan alam. Kalong yang terbang bebas melambangkan kedamaian, keterbukaan, dan kekhasan yang membedakan daerah ini dari yang lain. Itulah sebabnya hingga kini, sebutan Kota Kalong tetap hidup dan terus dikenang oleh siapa saja yang mengenal Watansoppeng.(ttp) 

Komentar