To The Point, MAKASSAR – Berdiri megah di kawasan Pantai Losari, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Masjid 99 Kubah menjadi salah satu ikon religi dan wisata paling terkenal di wilayah tersebut. Keunikan dan kemegahannya tidak hanya terlihat dari arsitekturnya yang memukau, tetapi juga menyimpan makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat setempat dan pengunjung yang datang.
Sesuai namanya, masjid ini memiliki 99 kubah yang menghiasi atapnya. Angka 99 melambangkan Asmaul Husna, 99 nama baik Allah SWT yang menjadi dasar keimanan umat Islam. Dari jumlah tersebut, 81 kubah berukuran lebih kecil melengkung rapi mengelilingi bangunan utama, sementara 18 kubah lainnya berukuran lebih besar dan menjulang tinggi di bagian tengah, menciptakan komposisi yang indah dan harmonis.
Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2017 dan diresmikan pada tahun 2022. Arsiteknya, yakni mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memadukan gaya tradisional khas Sulawesi Selatan dengan sentuhan modern dan nilai-nilai Islam. Bentuk kubahnya yang menyerupai perahu melambangkan sejarah bahari masyarakat Bugis-Makassar yang dikenal sebagai pelaut ulung, sekaligus menjadi simbol perjalanan menuju kebaikan dan keimanan.Dindingnya yang berwarna putih bersih dipadukan dengan ornamen ukiran khas Bugis menambah kesan anggun dan menenangkan.
Lokasinya yang strategis di tepi pantai memberikan pesona tersendiri. Saat pagi hari, sinar matahari memantul di permukaan kubah menciptakan kilauan indah, sedangkan saat senja, latar langit yang kemerahan berpadu sempurna dengan siluet bangunan. Bahkan di malam hari, pencahayaan yang dipasang membuat masjid ini tampak semakin megah dan menjadi pemandangan favorit untuk berfoto.Selain sebagai tempat ibadah, Masjid 99 Kubah Makassar, juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan tujuan wisata religi. Pengunjung dari berbagai daerah datang bukan hanya untuk melaksanakan shalat, tetapi juga untuk menyaksikan langsung keindahan arsitekturnya yang unik dan meresapi makna di balik setiap desainnya.
Lebih dari sekadar bangunan indah, masjid ini menjadi bukti perpaduan harmonis antara seni budaya lokal dan nilai ajaran agama. Ia tidak hanya menghiasi wajah Kota Makassar, tetapi juga menjadi pengingat akan kebesaran Tuhan yang tercermin dalam 99 nama-Nya, sekaligus kebanggaan warisan budaya Sulawesi Selatan.(ttp)



Komentar