To The Point, ENREKANG - Buttu Kabobong di kabupaten Enrekang, atau biasa juga disebut Gunung Nona Bambapuang, adalah salah satu objek wisata di Sulawesi Selatan, yang berada di jalur poros menuju Toraja. Bentuknya yang unik menjadikan warga sekitar menyebutnya Kabobong, yang artinya "sesuatu yang disembunyikan".
Pendahuluan
Di jalur utama trans Sulawesi, dari Makassar menuju Tana Toraja, tepatnya di Kabupaten Enrekang, di sanalah posisi keberadaan Buttu Kabobong atau sering disebut Gunung Nona, atau Gunung Bambapuang. Keunikannya terletak pada bentuk alami yang menyerupai alat vital wanita serta makna nama yang dijunjung warga setempat.
Lokasi dan Jarak
Berada di Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, jarak dari pusat kota Enrekang, ± 18 km dengan waktu tempuh antara 20 sampai 25 menit. Sedangkan jarak dari kota Makassar, ± 250 km dengan waktu tempuh antara 5 sampai 6 jam perjalanan darat. Berada tepat di pinggir jalan poros Trans‑Sulawesi Enrekang–MakaleRute Lengkap Mulai dari Makassar
Waktu terbaik untuk memulai perjalanan adalah di pagi hari, menyusuri jalan utama yang sudah beraspal baik, dari kota Makassar – Maros – Pangkep – Barru (menyusuri wilayah pesisir), sampai tiba di kota Pare-pare.
Di kota kelahiran mantan presiden BJ.Habibie ini, kita bisa istirahat sejenak untuk makan siang.
Dari Parepare, selanjutnya kita akan memasuki kabupaten Sidrap, sebelum memasuki wilayah Enrekang.
Dari kota Enrekang lurus ke arah Toraja sekitar 18 km, sampai di Desa Bambapuang.
Carilah Rest Area di jalur poros sekitar Puncak Bambapuang dan mata Anda akan tertuju langsung ke arah Buttu Kabobong di seberang.
Catatan:
Moda transportasi yang dapat digunakan untuk mencapai lokasi, bisa menggunakan mobil pribadi, mobil rental, sepeda motor, bus antarkota atau travel.
Setelah meninggalkan kota Enrekang, kita akan disambut dengan medan jalan yang berkelok‑kelok, naik‑turun, laju kendaraan harus pelan dan hati‑hati.
Waktu paling baik untuk menikmati suasana dan pemandangan, adalah pagi atau sore agar bentuk gunung terlihat jelas.
Makna Nama dan Bentuk Unik
- Buttu = gunung / bukit
- Kabobong = sesuatu yang harus disembunyikan, merujuk pada alat vital wanita
Terbentuk jutaan tahun akibat gerakan kerak bumi dan pengikisan alami. Masyarakat menyebutnya dengan hormat, lambang keindahan dan kesucian alam yang pantas dijaga.
Fasilitas di Lokasi
✅ Tempat istirahat beratap
✅ Tempat parkir luas: mobil & motor
✅ Warung makan, kopi, jagung bakar & hidangan khas Enrekang
✅ Tempat ibadah dan kamar mandi bersih
✅ Penginapan sederhana hingga vila di sekitar Bambapuang
✅ Bebas masuk, hanya bayar parkir atau pesanan makanan
Suasana dan Waktu Terbaik Berkunjung
Udara sejuk 18‑24 °C, dikelilingi bukit hijau & hutan pinus.
Suasana Pagi: kabut perlahan hilang, pemandangan paling jernih.
Suasana Sore: cahaya matahari lembut, sangat indah berfoto
Etika Berkunjung
- Tetap sopan sesuai makna nama “yang harus disembunyikan & dihormati”
- Jangan buang sampah sembarangan
- Hargai warga dan pengelola
Penutup
Buttu Kabobong bukan sekadar gunung berbentuk unik, melainkan titik istirahat wajib di jalur Makassar‑Toraja. Berjarak ± 250 km dari Makassar, atau 18 km dari kota Enrekang, mudah ditemukan dan dilengkapi fasilitas nyaman.
Duduk menikmati pemandangan di tempat ini,menyadarkan kita bahwa Alam tidak hanya menyajikan keindahan, tetapi juga melatih kita untuk menjaga kehormatannya.(ttp)



Komentar